Sabtu, 13 Juni 2015

Toko Online (Louny Shop)

TOKO ONLINE : Louny Fashion Shop (Contoh OnlineShop).

Ga gaul ? Kurang Trend ? Suka iri dan ngina temen karena bajunya lebih bagus dan ngetrend? yukk belanja online di Louny Shop area Bali khusus Denpasar, Harga Murah, Quality High Class!!!!

Spesifikasi Produk :
  1. Cardigan (All varian Cardigan)
  2. Jaket jeans, dan Kulit
  3. Tas
  4. Make Up
  5. Accessories
  6. Jam
  7. Baju (  Santai, Feminim, Glamour ) all size you wan, our staff have it!
  8. Rok (jeans, skirt, spandek, semua rok yag lagi ngebuming dan hits banget) semua ada lo!!
  9. Baju Couple
Keunggulan:
Semua product yang dijual di toko kami terjamin bahanya yag berkualitas, murah namun elegan. Boleh Keep barang samapi satu minggu.
Trend fashion all mode yang kami jual semua mengikuti perkembangan jaman.
Bisa pilih warna dan ukuran kalian tersedia semua. Makin banyak belanja makin murah harganya!
Harga:
Harga yang kami tawarkan bervariasi bergantung pada jenis belanjaan (UKURAN TIDAK TERMASUK, dalam artian jika kalian mempunyai badan yang diluar kata norma harga tidak bertambah). Tergantung belanjaan yang kalian pilih, harga < 250.000,00

Sistem delivery : Antar ke Lokasi tujuan, free ongkir untuk Denpasar Timur. Ongkir tergantung tujuan dan Lokasi kalian.


Cara order :
Silahkan Tinggalkan komentar di Blog, kirim Id line and in bbm
fast Respon

Sistem pembayaran :
Transfer via : BCA, Mandiri, Panin Bank, CIMB niaga, BRI, BNI, BII
Kartu Kredit : VISA, MasterCard

Sistem pengiriman :
Menggunakan JNE dan TIKI

More INFO:koment langsung nanti kirim id line atau pin BBM kalian
Fast Respon !

Jelaskan Perbedaan Mendasar E-Commerce dengan Retail Konvensional

Jelaskan Perbedaan Mendasar E-Commerce dengan Retail Konvensional

 E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet.
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:
  1.  Electronic Markets (EMs) EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.
  2. Electronic Data Interchange (EDI) EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial.Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.
  3.  Internet Commerce
    Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi
    informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Contoh kegiatan komersialseperti promosi iklan dalam menjual baik produk maupun jasa.
Retail Konvensional adalah strategi pemasarannya, strategi-strategi yang di implementasikan tujuannya adalah, tidak lebih tidak kurang yaitu menyediakan produk yang diproduksi dari pabrik kepada konsumen akhir.

Strategi yang diaplikasikan oleh Retail konvensional adalah melalui media iklan secara gencar melalui media massa / radio / televisi. untuk mempromosikan produknya, oleh sebab panjangnya proses distribusi yang dilaluinya.

Perbedaan MLM dengan Money Games

Perbedaan Mendasar antara MLM dengan Money Games 
Dari segi Keanggotaan
MLM :
untuk mendaftar sebagai member atau distributor dalam bisnis MLM biasanya relatif kecil (ratusan ribuan). Biasanya Biaya itu hanya sebagai pengganti biaya administrasi seperti website resmi, produk, CD, starterkit, kartu anggota, brosur dll.
Produk yang dijual di bisnis MLM :
Untuk produknya Memiliki ijin Depkes, BPOM, MUI, atau memiliki sertifikat yang sah dan Mudah dijual di pasaran karena kualitasnya yang terjamin dan tidak pasaran.
Bisnis tetap dapat berjalan walaupun tidak memiliki downline, dengan hanya berjualan produk.
Perusahaan MLM akan memberi jaminan terhadap produk yang mereka jual.
Perusahaan MLM selalu berinovasi dalam Penelitian dan Pengembangan produk mereka.
MLM mempunyai sistem yang jelas 
Perusahaan MLM yang murni memiliki Success Plan yang jelas ada jenjang karir yang bisa dikejar. Sangat jelas darimana asal keuntungan, level atau peringkat yang bisa dicapai, aturan main, dan kode etik bagi member. Bonus yang dipereloh sesuai dengan omset penjualan.
Surat Ijin
MLM :
Perusahaan MLM dilengkapi dengan perijinan resmi dan lengkap seperti Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL).
Training dan Support System
MLM :
Perusahaan MLM akan memberikan pelatihan-pelatihan mengenai produk mereka, keahlian yang diperlukan dalam memasarkan produknya, leadership, marketing, pengembangan diri, dll. Perusahaan juga menyediakan support system yang siap membantu perkembangan bisnis untuk para anggotanya yang mengalami kendala.
Sedangkan untuk Money Games :
Dari segi Keanggotaan
Money Games :
Untuk mendaftar sebagai member biasanya memerlukan uang yang banyak dengan nominal berjuta-juta, dan tidak mendapatkan apa-apa.
Produk Yang Dijual Money Games
Produk biasanya sulit untuk dijual dan bahkan tidak dijual, atau pelakunya sendiri enggan untuk memakainya, keanggotaan lebih penting banyak merekrut orang (anggota baru) daripada produk, karena tujuannya adalah untuk bertransaksi, memperoleh komisi dan member baru bukan produk, kalopun ada produk yang ditawarkan tidak sesuai dengan uang yang dibayarkan dan kualitasnya rendah (Low quality).
Money Games tidak mempunyai sistem yang jelas
Berlaku sistem piramid dimana upline mendapatkan uang untung lebih besar, bonus yang diperoleh dari biaya pendaftaran dari member barunya
Money Games tidak mempunyai surrat ijin
Biasanya tidak memiliki / bahkan tidak bisa memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL).

Money Game tidak mempunyai suport system :
Pada perusahaan Money Game biasanya menggunakan akan model pelatihan motivasi untuk ‘cuci otak’ agar mereka jadi loyal. Bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki sistem pelatihan maupun support system.